"Untuk hal-hal yang telah terpikirkan dan kemudian terlupakan, kami mengemasnya dalam desain-desain ingatan."
Senin, 01 Desember 2014

Geulanceng ada bukan semata-mata hanya memanfaatkan ruang konsumtif masyarakat mode tak resmi di Aceh. Ia juga hadir sebagai pemantik diskusi tak formal tentang bagaimana melihat Aceh melalui sudut pandang yang tak lazim. Sudut pandang yang kadang-kadang (mungkin) agak sedikit kacau, apa adanya, nyeleneh, jenaka, atau bahkan kerap sarkas.

Setelah sekian lama berproses Geulanceng menganggap pemantik tersebut tak ubahnya virus yang telah menyebar ke pelosok-pelosok kampung dan kota para penggunanya. Tapi sejatinya ide-ide dasarnya berasal dari ruang diskusi induk di sebuah rumah di Gampong Emperom Kota Banda Aceh.

Itu rumah bekas hantaman tsunami (baca: smong) yang kelak oleh para penghuni menamakannya dengan nama Bivak Emperom. Bivak yang jika diartikan secara bebas berupa bangunan sementara tempat rehat, berlindung serta atur siasat para serdadu dalam kancah perang adalah mengacu kepada para penghuninya yang memanfaatkan rumah itu sebagaimana fungsi bivak itu sendiri. Di sinilah ide-ide dasar desain produk Geulanceng digelar pada waktu-waktu yang sangat tidak menentu.

Atas-atas ide-ide yang telah terungkap pada belasan desain Geulanceng sekarang ini, kami sadar Bivak Emperom adalah salah satu sumber inspirasi. Tapi kami juga sadar bahwa untuk bisa terus menghasilkan karya-karya segar, tidak menoton, dan diterima pasar, teman baru adalah bagian penting yang tidak boleh diabaikan sama sekali. Itu sebabnya kami mengusahakan Bivak Emperom bisa dikunjungi oleh siapa pun. Semisal menjadi tempat berjalin silaturrahmi, berbagi informasi, atau bahkan menjadi tempat bertukar tegukan kopi.

Maka nanti, jika tak ada aral melintang, siapa saja boleh datang ke Galeri Geulanceng di Bivak Emperom. Barangkali pemantik diskusi yang pernah ada dalam setiap produk Geulanceng bisa dilanjutkan lagi di sini.[]

0 komentar:

Posting Komentar